Pages

Thursday, February 18, 2010

ga nyangka aja akhirnya gue kehilangan lo juga, dalam arti sebenernya

gue kirain ini masih bisa diperbaikin, gue kirain gue masih punya waktu buat minta maaf, ternyata nggak

maafin gue yah zi

gue emg ga bisa di kasih kepercayaan sm lo

gue cuma bisa ngerusak aja, gue ga bisa nurutin apa yang lo mau

gue cuma bisa ngancurin diri gue sendiri dan ngebawa elo ikut kaya gue

terus gue harus nyalahin siapa kalo udh gini ? gue harus nerima kenyataan kalo gue ga bisa balikin lo idup lagi kan ? buat minta maaf sm lo

*sigh

salah gue juga sih, gue ngebiarin aja kemaren2 kaya gini dan ga usaha buat balikinnya lagi

karena gue mikir "someday berl, someday"

tapi kenyataannya, someday itu ga pernah ada!

dan gue juga ga pernah berusaha bikin someday itu ada

dan gue juga ga pernah berusaha kan bikin semuanya fine ?

dan gue cuma bisa nangisin elo kan ? nangisin diri gue sendiri ?

nangisin yang lain, nangisin ke bego-an gue!

lo bilang dong sm gue apa yang musti gue lakuin ! nunggu ? nunggu apa ? ga ada lagi yg harus ditunggu.

lo keburu balik ke yang nyiptain elo, udh tenang disana, dan gue msh stuck2 aja disini.

adil ?

"well, apa gue harus nyusul lo ?" itu yang ada di otak gue skrg.

childish-me

I always love you and ever and ever and ever
finally you leave me first, I knew this moment would come
now you leave me, I'll be back to the childish me
then what else could I wish if you are not here?
well, please tell me what ? nothing ?

ternyata gue tau kalo gue nungguin elo itu sia2 yah ? lo keburu ninggalin gue
lo keburu ninggalin gue dengan gue yang begini. yang manja , yang labil, yang payah
dan lucunya, gue kaget aja cuma gue yang shock :') haha


bingung sumpah gue musti ngapain
sampe-sampe gue ga bisa mikir

yaudahlah, gue cuma bisa minta maaf aja
buat semuanya.

I'll go my way, You'll go your way.

I love u, Uzi .

brln.

Monday, February 8, 2010

To my dad

dad, I miss u so much ! :(
I miss u like a hell, so damn badly.

kesel juga tau ga sih mau kerumah ayah tapi ga jadi mulu!
actually, I'm bored with my situation now ! :(
I need a refresh-ing.

coba aja yah ada ayah disini.
pengen cerita! pengen nangis :(
sumpah, I'm so stuck in my 'now' life .

ga tau lagi harus ngomong apa.
but, I can't wait to see you.
ASAP :)

miss u dad, a lot

-ur daugter

Saturday, February 6, 2010

Sincere Story

yang ini cepen gue yang dibikin pas gue kangeeeennn banget sm ayah gue :( :

__________________________________________________________

Di suatu dusun, hiduplah seorang gadis kecil dan ayahnya hanya mereka berdua.
Ibu dari gadis itu sudah meninggal dunia 2 bulan yang lalu. Ayahnya bekerja serabutan untuk menghidupi mereka.

Suatu hari, gadis itu menangis sesunggukan seorang diri. Ayahnya bertanya
“Ada apa nak? Mengapa kau menangis? Apa ada yang melukaimu?” gadis itu menjawab “Tidak Ayah, aku merindukan Ibu…” sambil terus menangis. Ayahnya merasa bersedih dan memeluk gadis itu.
“Tak ada yang perlu di risaukan, nak. Aku akan merawatmu hingga kau tumbuh dewasa nanti..” katanya menahan tangis. Dia pun telah berjanji pada dirinya sendiri.

Tibalah hari ulang tahun gadis itu yang ke 5. Ayahnya membungkus sebuah boneka kelinci yang dia temukan dari hasil dia memulung dengan kertas koran. Sudah dicuci bersih dan kelihatan bagus.
“Selamat ulang tahun nak! Aku menyayangimu..” kata Ayahnya sambil memberikan hadiah. Gadis itu tersenyum senang saat menerima boneka kelinci itu.
“Terima kasih ayah.. aku senang sekali.” Kata gadis itu sambil memeluk ayahnya.
“Sama-sama nak, maaf harganya tidak seberapa… aku tidak bisa memberikanmu lebih..” kata ayahnya.

Setahun kemudian, gadis itu berusia 6 tahun dan sudah saatnya masuk Sekolah Dasar.
“Aku tidak akan sekolah, yah. Aku mau membantumu bekerja saja. Memulung pun aku mau..” kata gadis itu polos.
“Apa yang kau katakan, nak? Aku akan menyekolahkanmu sampai selesai. Meskipun aku harus mengemis pada orang lain atau apa saja akan kulakukan. Besok aku akan mendaftarkanmu sekolah!” kata ayahnya. Gadis itu hanya berdiam diri.
Lalu ayahnya meminjam uang kepada setiap orang di dusun dan bekerja di toko milik tetangganya, lalu sorenya dia memulung lagi.
Keesokan harinya dia pergi ke sekolah untuk mendaftarkan anaknya. Mereka pergi ke pasar untuk membeli seragam dan perlengkapan sekolah lainnya.
“Maaf aku tak bisa membelikanmu tas dan sepatu yang bagus. Hanya ini saja…”

Hari demi hari terus berjalan. Kini gadis itu berusia 12 tahun. Ayahnya berjuang keras untuk membayarkan setiap kebutuhan anaknya dan untuk makan sehari-hari. Bahkan dia mengemis untuk membayar ujian semester anaknya. Tapi tak sia-sia, gadis itu akhirnya lulus Sekolah Dasar dengan poin tinggi. Dia mendapatkan beasiswa untuk masuk SMP.
“Aku bangga padamu,nak.. aku menggantungkan harapan besar padamu. Suatu hari, kamu yang akan merawatku.. suatu hari, aku akan melihatmu sukses..” kata ayahnya sambil menyeka airmata. Gadis itu mengecup pipi ayahnya.
“Terima kasih ayah, aku akan membuatmu bangga dan ini janjiku..”

Dengan beasiswa itu, sang gadispun masuk ke SMP terdekat di dusun itu. Dia tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan selalu dapat diandalkan. Dia selalu mendapat ranking di kelasnya.
Saat ini dia berusia 13 tahun.
Tiba hari pembagian rapot kenaikan kelas. Ayahnya datang dengan pakaian lusuh karena habis menyelesaikan pekerjaannya sebagai kuli bangunan. Semua mata melihat padanya dan bertanya-tanya siapa dia. Ayahnya menemui guru dengan langkah rendah hati. Sang gadis menghampiri ayahnya dan berkata “Bu guru, ini adalah ayah saya..” dengan sukacita. Wali kelasnya menatap heran, beberapa orangtua murid juga menatap pada sang ayah. Tapi gadis itu tidak merasa malu sama sekali.

Tibalah hari kelulusan si gadis dari SMP itu.
Nilainya menurun derastis. Dia tidak mendapatkan beasiswa lagi.
“Kenapa nilaimu turun, nak? Apa saja yang kau lakukan?” Tanya ayahnya putus asa.
“Ayah, sebenarnya… sudah 6 bulan aku bekerja sebagai pengamen jalanan bersana teman-temanku. Setiap pulang sekolah aku pergi ke jalan dan tiba di rumah sebelum kau pulang. Aku tidak ingin merepotkanmu. Aku menabung agar aku bisa membayar sekolah SMA ku sendiri…” pengakuan gadis itu sambil menangis karma takut di marahi oleh ayahnya. Ayahnya terharu dan mengusap airmata dari anaknya.
“Kenapa kau harus bekerja? Cukup kau sekolah yang benar saja aku akan senang sekali… biar aku yang bekerja. Ini tugasku.. mulai sekarang kau akan masuk SMA dan aku akan berusaha membayarkan semua kebutuhanmu!” kata ayahnya.

Kini gadis itu berusia 17tahun. Dia duduk di kelas 3 SMA. Ayahnya pergi mendonorkan darahnya untuk membayar uang ujian akhir si gadis. Namun diam-diam, sang gadis juga menyelinap pergi menjadi loper koran untuk menambah biaya.
Di perjalanan si ayah dari mendonorkan darahnya, dia melihat sang gadis sedang menjajahkan korannya pada pengemudi kendaraan. Ayahnya marah sekali karma dia tidak menuruti kata-katanya. Si ayah menghampiri anaknya.
“Apa yang kau lakukan disini?!” kata sang ayah. Gadis itu kaget dan menjatuhkan dagangannya di jalan, terlindas oleh mobil-mobil mewah yang melintas.
“Aku.. aa..”
“Aku sangat marah padamu! Sekarang kau mulai menjadi seorang pembangkang! Kau pantas di hokum!” Ayahnya berteriak-teriak dan membuat perhatian dari orang-orang di jalan. Gadis itu menagis dan menundukan kepala.
“Maafkan aku ayah..” belum selesai dia berbicara, ayahnya menampar si gadis. Perih terasa di pipi si gadis. Gadis itu berlutut pada ayahnya di pinggir jalan. Semua orang memperhatikan.
“Hukumlah aku, kalau perlu cambuk aku. Aku tak akan melawan.” Kata gadis itu pasrah. Ayahnya menagis dan mengangkat tubuh sang gadis dari jalanan yang berdebu. Namun sang gadis langsung berlari menyebrang jalan yang ramai. Dia tidak melihat sebuah motor sedang melaju cepat.
“Awaass!!!” kata sang ayah berusaha mengejar. Namun terlambat, sang gadis tertabrak motor dan tersimpuh di jalan. Dari arah berlawanan sebuah mobil pribadi juga melaju cepat dan tak sempat mengendalikan lajunya. Gadis itu bertabrak keras dan berdarah. Semuanya menjadi gelap…terdengar sayup-sayup teriakan orang-orang dan klakson kendaraan dan juga tangis ayahnya yang pecah.

Saat terbangun, semuannya samar-samar. Ayahnya tertidur di samping tempat tidur rumah sakit dengan mata sembab. Gadis itu memanggil ayahnya. Ayahnya pun terbangun dengan kaget.
“Kau sudah sadar? Syukurlah..” kata ayahnya berkaca-kaca.
“Dimana aku ?” Tanya si gadis.
“Di rumah sakit nak, kau tertabrak 2 kali dan sangat keras hingga kau tak sadarkan diri. Kau sudah 2 hari tidak sadar..” jawab ayahnya.
“Ayah.. maafkan aku… aku berjanji tidak akan mengecewakanmu lagi.” Kata si gadis sambil menangis.
“Sudah, tidak perlu.. aku memaafkanmu. Tapi ku mohon kau tetap disini bersamaku nak..” kata sang ayah.
“aku akan pulang kerumah..”

Sang ayah bekerja siang malam untuk membayar biaya rumah sakit anaknya. Dengan sumbangan dari tetangganya. Dia memulung, mengemis, menjadi kuli pasar, dan bekerja di toko setiap hari.

*****

Bertahun-tahun setelah kejadian itu…

Si gadis sekarang sudah dewasa dan bertunangan dengan seorang pria kota yang kaya.
Di hari pernikahannya…
Dia berjanji suci pada si pria untuk terikat dalam pernikahan.
Lalu sang gadis mengambil mikrofon dan menceritakan tentang ayahnya yang merawatnya dari kecil seorang diri. Sang gadis dalam balutan gaun putih yang anggun menghampiri ayahnya dan memeluknya.
“Terimakasih ayah..” bisiknya. Sang ayah menangis haru.
“Ikutlah bersamaku dan suamiku.. aku akan membahagiakanmu, seperti yang kau harapkan.. aku akan merawatmu selama ku bisa. Aku berjanji.” Gadis itu menagis dalam pelukan ayahnya. Semua orang yang hadir berdiri dan bertepuk tangan.
“Kau seperti yang kuharapkan. Aku menyayangimu..” kata ayahnya terisak.
“Bahagialah kau dengan suamimu… tugasku sudah selesai.” Lanjut si ayah.

Lalu si gadis memberikan sebuah kotak dibungkus dengan kertas berwarna emas pada ayahnya. Di dalamnya ada sebuah boneka kelinci yang lusuh.
“Aku selalu menyimpan itu.. tak akan ku lupakan benda terbaik yang pernah ku dapat di hari ulang tahunku yang ke 5. darimu ayah, aku tak perduli meskipun itu di dapat dari tempat sampahpun, karena ku tau ketulusanmu..”

guys. please remember this :
You will never know how big someone sacrifice for you, make that person happy as long as you can :')

Our Memories

ini adalah cerpen yang gue bikin udah lama, tapi gue masih mau baca baca , hahaa , cekidot!:
______________________________________________________________________

Aku duduk di samping makam itu dan tak hentinya mengeluarkan airmata jatuh ke tanah yang merah dan basah, juga dipenuhi bunga itu.
aku memeluk nisannya sambil menabur bunga lengkap dengan setelah dress warna hitamku
Tiba-tiba, seorang menepuk pundaku lembut, aku kenal dia, tante Mery namanya, dia adalah mamahnya Rain...
"Dila, kamu masih disini? Ini udah siang." katanya padaku.
"nggak, tante, Dila masih pengen disini." kataku.
"sabar yah sayang, tante juga sedih banget" katanya memelukku. tangisku pecah di pelukannya.
"terlalu cepet tan" kataku lirih. dia membelai rambutku seakan mengeri isi hatiku.
lalu dia mengambil sebuah kotak berwarna ungu dari tasnya, menyodorkanya padaku.
"apa ini tante?" tanyaku bingung.
"sebelum dia pergi, Rain sempat kasih ini ke tante. Dia bilang buat kamu. Dan jangan sampai dibuka orang selain kamu. Ini..." jelasnya. Aku menerima kotak ungu itu, warna kesukaanku. aku tidak membukanya dan hanya menerk-nerka apa yang ada di dalamnya.
"dibuka yah sayang, tante tinggal dulu.. kamu nanti jangan sore-sore pulangnya" pesannya sembari mengecup keningku dan melambai padaku.

Aku membuka perlahan kotak itu. Tidak ada yang istimewa. Hanya ada sebuah buku bermotif garis hitam putih disana. Aku membuka buku itu. Ternyata ini diary Rain, aku membuka halaman pertama buku itu..

"Dear diary,


hari ini gw sekolah, biasa banget yah? Tp kali ini ada yg gak biasa. Kelas gw kedatangan murid baru, namanya Dila, ga tau kenapa rasanya dia beda dari yang lain. Gw gak ngerti juga deh kenapa gw jadi aneh gini ngeliat dia? Ah, tapi mungkin cuma mimpi aja... Lagian, dia g mungkin mau sama cowo kaya gw..."

oh, aku ingat, hari dimana aku baru pindah dari sekolahku yang lama.Saat itu, aku melihat Rain, dia pendiam sekali. Aku duduk di depanya dan mengajaknya berkenalan..

aku membuka beberapa halaman kemudian..

"Dear diary,

tadi siang, sialnya otak gw kambuh lagi ! Damn!! Tapo tadi ada yg nolongin gw, Dila, yang waktu itu gw ceritain. Dia ngajak gw ke UKS, Tp gw ga mau. Buat apa? Tinggal nunggu mati juga kan?..."

aku juga ingat yang ini,saat aku mau ke toilet, aku mendengar suara orang berteriak, aku nekat masuk toilet cowo dan mendobrak salah satu pintu. Disana, Rain terduduk sambil meringis. Aku tanya kenapa dia? Dia malah menyuruhku pergi. Tapi aku tak bisa meninggalkan dia dgn keadaan seperti itu. Aku nekat merebut handphonenya. Aku mencari nomor orang yg mungkin dapat menolongnya. Ternyata aku menelfon mamahnya, tante Mery, dia sangat kaget dan bilang akn sgera datang kesekolah. Selama itu, aku mengajaknya ke UKS, Tp dia menolak, akhirnya aku membawanya keruang guru.

di halaman yang lain...

"Dear diary,

hari ini, gw seneng... Banget !! Tadi, gw nyoba ngomong sama Dila, gw nembak dia. Dan jawabanya... IYA ! Gw ga nyangka dia mau sama gw, padahal selama 1 semester ini, gw ga bgtu dkt sama dia..."

aku sangat ingat hari itu, hari dimana dia bicara padaku. Dia bilang suka padaku dan memintaku jd pacarnya, saat itu aku tidak ykn dgn perasaanku. Tp, ada sesuatu yg memaksaku untk bilang IYA...

aku mulai terisak lg, tp aku tetap penasaran ingin membaca buku itu terus...

".... Hari ini gw masuk rumah sakit.damn ! Padahal hari ini gw pengen ngajak Dila dinner. Hari ini dia ultah, gw pgn ngasih sesuatu yg special buat dia. Tp gw malah tiduran di RS bgini. Dia pasti marah bgt sama gw ! Hhh... Happy birthday yah Dil, maaf aku ga cukup kuat buat ngerayain bareng kamu, aku lemah, aku minta maaf..."

hari ulang tahunku. saat itu aku benar2 marah pada Rain. Aku sudah menunggunya di resto, Tapi dia tdk datang, dan membiarkanku menunggu lama sekali, aku meninggalkan resto dgn benci, aku sempat memakinya lewat sms. Tapi tidak pernah ada jawaban.

di halaman terakhir buku itu...

"... G tau kenapa, Dila tiba2 dtg ke RS. Darimana dia tau? Gw g pernah jujur sama dia. Tp gw tenang, dia blg g mau kehilangan gw. Dia bawain fethucini kesukaan gw, dia nangis, gw tanya kenapa? Tp dia blg cuma kelilipan. Gw tau dia bohong. Tp, skrg gw udah tenang bwt tinggalin dya. Gw udh divonis dokter g bs sembuh lg. Skrg tnggl nunggu kapan saatnya..."

hari terakhir aku bertemu Rain,aku ada ditempat les. Tiba2, tante mery melambai dan menyuruhku masuk ke mobilnya. Darimana dia tau aku disini? Selama ini, aku tdk pernah dkt dgn keluarga Rain. Hanya sekedar bertemu dan menyapa jika aku sdg main kerumahnya. tante mery cerita padaku di mobil. Dia memintaku ikut dgnya ke RS, tentu aku kaget. Siapa yg sakit ? Trnyata Rain, tante blg, dia daridulu punya penyakit tumor otak. Dia divonis dokter tak bs sembuh lagi. Tante mery terisak, apalagi aku. Kenapa dia tdk pernah blg sbelumny padaku? Aku merasa marah sekaligus sedih, mungkin ini alasan aku terdorong untk blg IYA saat Rain blg cinta padaku, mungkin aku adalah org yg harus membuatnya bhagia disaat trakhirnya, mungkin aku yg harus membuatny mrasakan bhagia memiliki seseorang yg juga sayang padanya. Tapi aku menyesal, aku tdk pernah melakukan itu untk Rain, aku tdk pernah membuatnya senang. Aku selalu marah padanya saat dia telat menjemputku ditempat les.aku memakiny saat tdk datang ke resto. Aku tdk pernah membuatnya bahagia. Aku memutuskan untuk membeli makanan ksukaanya. Dan ikt kerumah skt. Aku trus menahan haru mlihat Rain trsenyum dan memakan fethucini yg kubeli. Lalu aku plg kerumah, dijalan, aku masih menangis.

lalu, secarik kertas jatuh dari selipan buku itu, wangi sekali . disana tertulis..

"hai Dila, km udah baca? Maaf slama ini aku g pernah jujur sm kamu. Mmm... Mungkin pas km bca ini aku udh ninggalin kamu. hahaha. Maaf yah, aku blm sempet bkn km seneng... Aku harap km ngerti. Aku tau aku salah, aku ngajak km ke dunia aku, dan ikt susah brg aku, aku bnr2 nyesel. Kamu boleh benci sm aku. Pantas...
Dan, trimakash udh mau jd miliku, trimaksh udh temenin aku smpai aku pergi..
Kamu boleh bakar buku ini, sobek juga boleh. Atw km simpen jika km mau...
Sorry... -rain-"

Aku terisak. Sangat! Aku memutuskan menyimpan buku itu. Aku memaafkan Rain, bhkan harusny aku yg minta maaf, aku menaburkan bunga ke makam Rain.
"selamat jalan, Rain..." kataku lirih. Aku berbalik meninggalkan makam smbl menggenggam diary Rain.. Dan aku tdk akan membiarkan kenanganya mati juga...

Ignorance is your new best friend !

If I'm a bad person, you don't like me
Well, I guess I'll make my own way
It's a circle, a mean cycle
I can't excite you anymore

Where's your gavel? Your jury?
What's my offense this time?
You're not a judge but if you're gonna judge me
Well, sentence me to another life

Don't wanna hear your sad songs
I don't wanna feel your pain
When you swear it's all my fault
'Cause you know we're not the same
No, we're not the same, oh, we're not the same

We're the friends who stuck together
We wrote our names in blood
But I guess you can't accept that the change is good
It's good, it's good

Well, you treat me just like another stranger
Well, it's nice to meet you, sir
I guess I'll go, I best be on my way out

You treat me just like another stranger
Well, it's nice to meet you, sir
I guess I'll go, I best be on my way out

Ignorance is your new best friend
Ignorance is your new best friend

This is the best thing that could've happened
Any longer and I wouldn't have made it
It's not a war, no, it's not a rapture
I'm just a person but you can't take it

The same tricks that, that once fooled me
They won't get you anywhere
I'm not the same kid from your memory
Well, now I can fend for myself

Don't wanna hear your sad songs
I don't wanna feel your pain
When you swear it's all my fault
'Cause you know we're not the same
No, we're not the same, oh, we're not the same

Yeah, we used to stick together
We wrote our names in blood
But I guess you can't accept that the change is good
It's good, it's good

Well, you treat me just like another stranger
Well, it's nice to meet you, sir
Well, I guess I'll go, I best be on my way out

You treat me just like another stranger
Well, it's nice to meet you, sir
Well, I guess I'll go, I best be on my way out

Ignorance is your new best friend
Ignorance is your new best friend
Ignorance is your new best friend
Ignorance is your new best friend

Well, you treat me just like another stranger
Well, it's nice to meet you, sir
Well, I guess I'll go, I best be on my way out

You treat me just like another stranger
Well, it's nice to meet you, sir
I guess I'll go, I best be on my way out

Sunday, January 24, 2010

Velvet Morning

I walked all night
body's hurt and I don't know where they are

sad eyes, call the angel
all falsehood gathered together

I forgot about my destiny
too many beautiful things
I forgot how I insult her
too many beautiful things

no love anymore, too much pain
when I try to survive until morning
no love anymore, too much pain
when I try to survive until morning

they do not understand how sick I am, too.

Friday, January 22, 2010

WTF ?!

ga ada kerjaan,
cuma lagi nungguin limit twitter gue yang lamaaaaaaa banget itu =="

----------------------------------------------------

entah kenapa malam ini aku tak bisa tidur.
memang sakit pusingku kambuh
tapi hanya dengan berbaring sebentar pasti akan normal
bukan karena aku sedang sakit
tapi,
entahlah..

seperti ada yang menggajal dihatiku.

aku gelisah, perasaanku was-was tak karuan
kadang-kadang aku hanya melamun tak jelas
kadang-kadang mataku tiba-tiba berair
kadang-kadang aku jadi deg-deg an
kadang-kadang aku merasa takut, entah akan apa
entahlah.. tak jelas

semuanya berawal dari tadi siang
tiba-tiba sebuah nomor yang tak ku simpan lagi menelfonku
aku kira siapa
aku angkat dan lalu...

sebuah suara berbicara dari seberang
menanyakan apakah aku yang berbicara
memastikan bahwa dia terhubung langsung denganku
ku jawab "ya"
dan sesaat kemudian suara itu menodongku dengan 'penjelasan'
dan meyakinkan luka hatiku

dia bilang aku tega
aku masih belum mengenali suara itu
karena dia tidak menyebutkan namanya
aku masih butuh waktu untuk mencerna
namun dalam 5 detik aku langsung menutup telfonnya
aku mengenalnya.

dia, seperti luka hatiku
yang tak ingin aku ingat
karena suatu saat pasti akan membunuhku
aku menghindar.
ya memang, PENGECUT bukan?
itulah aku

aku tidak mau mendengarnya menuduhku
memojokan posisiku
mengingatkan kembali bahwa akulah si jahat itu
memperjelas kedudukanku bahwa semua yang ku lakukan salah
mencongkel lagi kulit hatiku yang baru selesai terjahit, terobek lagi
menghujam hatiku dengan belati (lagi)

iya, aku menghindarinya
walaupun aku sadar sudah terlambat
aku sudah mengenali dia
aku sudah, terlalu malu bahkan untuk menyebut namanya
aku sudah terlalu hina mungkin di matanya
iya. aku sadar, sangat.

well, I just can't think normaly right now

masih belum cukup sakit (mungkin)
ada sms lagi..
well, tak usah ku ceritakan lagi..
sakit cuyy sakit bangeeeeeettt :)

intinya, yah dia sekarang mencincang hatiku kali yah
ha-ha-ha

well,
aku berusaha keras banget buat lupain sebentar
kalo aku ingat, aku yakin seharian akan seperti seorang amnesia.

lalu tengah malamnya (sekarang)
aku membuka blog ku lagi..
sekedar mengecek apakah ada something new
dan, yaahh...
keputusan yang salah

sekarang dia memanah perihku
sederhana, tapi tepat ke garis tujuan, menyakitiku.
keputusan yang salah.
salah ! aduuuhh bodoh bodoh bodoh!!!

sekarang aku membolak-balik isi blog ku
aku membaca lagi apa yang pernah ku tulis
aku mengingat lagi saat-saat aku yang berasa di pihak 'dia'
aku mengingat lagi saat-saat aku ditinggal sendirian
lalu sampai dimana aku yang 'mencoba' untuk pergi
dan selalu gagal.
karena aku gagal melawan hatiku
dan yah,
gagal bukan karena mereka yang menginginkan aku untuk tinggal (seperti biasa)
gagal karena kemauanku sendiri.
gagal karena aku yang mau tinggal
uum.. tepatnya, aku mengemis untuk tinggal
aku tidak mau mereka mambuangku
well, egois.
aku memang pantas di buang :)

hhh...
hhhhhh...

apa yah?
aku hanya sedang merenungkan cara agar aku tidak sakit lagi.
baiklah, aku keliatan baik-baik saja bukan?
well, perfect act :)
mau tau kenyataan yang sebenarnya?
kau mendapatkannya!

"aku hanyalah seorang munafik yang bersembunyi di balik tubuh kecilku
aku bersembunyi di balik senyumku, di balik keceriaanku karena aku tidak mau keliatan cengeng.
aku tidak mau ditemukan sedang kepayahan dan ditolong.
aku tidak mau dikasihani, tidak.
well, karena aku sadar.
tidak ada yang perduli seberapa cengengnya aku.
tidak ada yang perduli seberapa lemahnya aku.
tidak ada yang akan menolongku.
tidak ada yang akan mengasihaniku.
tidak ada yang mau sedikit saja mendengarkan aku.
coba akui, apa kalian pernanh menanyakan keadaanku?
apa aku baik-baik saja dengan keadaan seperti ini?
apa kalian pikir sekarang aku sedang duduk manis sambil tertawa-tawa?
apa kalian pikir aku tidak sakit?
yeah, aku yakin kalian tidak akan perduli segala hal tentangku.
aku yakin kalian tidak akan pernah bertanya
karena kalian tidak mau melihatku, ya kan?
please, jangan sergah itu..
kalau kalian menginginkanku, kalian pasti sudah memintaku untuk kembali
kalian pasti akan mendengar panggilanku yang sedang terluka waktu itu
sementara ini?
well, aku hanya bisa menunduk dan mengucapkan terimakasih untuk membuatku semakin perih :') aku sangat menghargainya, sungguh." ♥


---------------------------------------------------------------

well, dengarkanlah lagu ini.
dariku untuk 'kalian' :)

The Script - break even

I'm still alive but I'm barely breathing
Just prayed to a God that I don't believe in
Cause I got time while they got freedom
Cause when a heart breaks no it don't break even

They best days will be some of my worst
They finally met a famz thats gonna put they 1st
While I'm wide awake, they's no trouble sleeping
Cause when a heart breaks no it don't breakeven

What am I suppose to do when the best part of me was always you all?
What am I suppose to say when I'm all choked up and you ok?
I'm falling to pieces
I'm falling to pieces.

They say bad things happen for a reason
But not wise words gonna stop the bleeding
Cause they's moved on while I'm still grieving
Cause when a heart breaks no it don't breakeven

What am I suppose to do when the best part of me was always you all?
What am I suppose to say when I'm all choked up and you're ok?
I'm falling to pieces
I'm falling to pieces
(One still in love while the other ones leaving
Cause when a heart breaks no it don't breakeven)

They got a heart and my heart and none of the pain
They took their suitcase, I took the blame.
Now I'm tryna make sense of what little remains
Cause they left me with no love, no love to my name.

I'm still alive but I'm barely breathing
Just prayed to a God that I don't believe in
Cause I got time while they got freedom
Cause when a heart breaks no it don't break even

What am I gonna do when the best part of me was always you all?
What am I suppose to say when I'm all choked up and you're ok?
I'm falling to pieces
I'm falling to pieces
(One still in love while the other ones leaving
Cause when a heart breaks no it don't breakeven)

----------------------------------------------------------------

"I'm still alive but I'm barely breathing
Just prayed to a God that I don't believe in..
Cause I got time while you all got freedom.
You finally met a family thats gonna put you're first,
While I'm wide awake, you're no trouble sleeping.
What am I suppose to do when the best part of me was always you all?
What am I suppose to say when I'm all choked up and you ok?
I'm falling to pieces
I'm falling to pieces.

Cause you're moved on while I'm still grieving.
you took their suitcase, I'll take the blame.
Now I'm try make sense of what little remains
Cause you left me with no love, no love to my name.
I'm still alive but I'm barely breathing
Just prayed to a God that I don't believe in
Cause I got time while they got freedom" :"))))))

Thursday, January 21, 2010

My angel, Astray .

kali ini aku sudah menyerah
aku terus menunggu akan mereka
menemukan aku yang menangis
aku yang sedang terjerembab ini
tapi kali ini bukan mereka,
tapi dewiku yang lama
kawan lamaku
malaikat kecilku, Astray.

dia yang menemukan aku
mengobati aku dan membawaku bersamanya
menanyakan keadaanku sejak pertama kali Astray membiarkanku bebas

aku bilang mulanya aku baik-baik saja
namun sekarang, aku mulai mampercayai Astray.
dulu, Astray pernah bilang pada ku.
bahwa bahagia itu bukan takdir 'kami' (aku dan Astray)
'kami' harus selalu brsama dalam kesengsaraan.
Astray menyalahkanku atas keputusanku untuk bangkit
dia mengungkit lagi luka lamaku.
dia menunjukan padaku betapa 'mereka' sangat menyakitiku.
dia mengungkit semuanya!
aku hampir percaya.

Astray teman lamaku, aku pernah menceritakan tentang dia waktu itu
dia membuatku ragu lagi untuk melangkah
aku tidak bisa terus begini
aku mencari pelarian untuk memberi kesan
"aku baik-baik saja"
"aku normal"
tidak ada lagi satu orangpun yang dapat ku percaya

well, aku tidak akan memilih bersama Astray lagi
ataupun bersama 'mereka' ini
aku memilih sendirian.

aku mohon!
jangan ingatkan aku betapa parah lukaku
aku tidak mau mengingat yang pahit-pahit
walaupun aku diam-diam mengenangnya
dan sesekali duduk beristirahat untuk menangis kemudian berjalan lagi

tolonglah
jangan ingatkan aku
jangan minta aku untuk menjelaskan
cari sendiri jawabannya
jangan buka kenanganku lagi!

Wednesday, January 20, 2010

I am is i am. You can't be me, I can't be you! :)

halooooooo felz !!

still readin' my blog ?
oh-la-la *apasih?*

entah mengapa belakangan ini banyak amat yang nanyain tentang blog gue.
buat apaan sih ? ini isinya cuma curhatan-curhatan gaje gue aja loh..
(bukan apa-apa sih, aku kan maluuuuu *ALAH!*)

masa sampe ada yang nangis segala boo baca blog gue!
ampuuunn.. *hayoloh berl! tanggung jawab!* padahal gue ga ngerti apa yang di tangisin dari blog gue ? aduh --"

tapi berkat kalian semua, gw jadi semangat nge blogging lagi ! thanks yah *kisskiss*
yaaaaaahh, seenggaknya gue tau kalo ada yang baca blog gue, wkkwkwk :b
padahal tadinya cuma iseng-iseng aja bikin blog.
udah gitu gue udah pernah bikin 3 blog *read my first posting for more info! wkwk* tapi yang diisi cuma ini aja, duh --"

sekali lagi thanks by the way.
apalagi yang udah nge follow blog gue, tuh ada 5 orang haha
*makasih loohh*

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


mmm... kali ini gue mau nulis apaan yah ? nggak tau.
gue cuma lagi iseng-iseng aja ga ada kerjaan.
akhirnya gue ganti template blog lagi *yaampun* sama yang ini.
tuh diatas gambarnya ada rumah keujanan gitu hehe.
tadinya gue mau milih template yang pink nge jrengg ala cewek gimanaaa gitcyu, tapi gue mikir:
" blog gue kan nama alamatnya chemical-dark , masa ga ada dark-dark nya sama sekali? waaaahhh ga konsisten"
akhirnya gue keliling-keliling buat nyari template yang dark tapi tetep gue banget. yah nemu yang ini deh, hahahaa :)
udah gitu gue nambahin gadget yang ikan-ikan itu di bagian kanan, haha ayo kasih makan ikan gw! :)

ok, back to the earth..
hari ini gue (akhirnya) ga sekolah loooohhh..
tapi gue kan ga bolos, gue sakit :(
gara-gara yang kemaren gue ceritain, yang keujanan itu.
eehh, nyokap sempet ga percaya karena badan gue ga panas.
yaelah mah, emang sakit cuma sakit panas aja apa ? encok panuan dan pegel linu juga termasuk sakit looh :O

teruss..
gue sms temen2 gue kan "guys, tlg bilangin hari ini gue ga masuk, sakit nih"
ternyata eh ternyata...

replied from Yanti :
"W juga ga masuk, coz belom sembuh"
lailaaaahh --"

replied from Adis :
"Gue juga gak masuk, gue juga sakit"
waaaaaaaaalaaaaahhh :'O

cuma Nita yang ga bales, berarti dia masuk *syukurlaah*
eh tapi, gue adis yanti kan duduknya deketan.
tar dikira janjian apa gimana gitu..
nggak Bu.. Pak..
saya beneran sakit kok bener deh bener *angel smile*

dan barusan gue disuruh minum obat >O<
mbaa gue (teh esoy) : de, nih minum obat dulu di suruh ibu!
gw : ga ah mbak. pait >,<
teh esoy : yee, nggak kok ini rasa stroberi!
gw : *tatapan curiga* sok tau, darimana rasa stroberi ? --"
teh esoy : itu warnanya pink *polos*
gw : (dalam hati bilang : soo?? racun tikus jg kalo warna pink jd rasa stroberi?) coba teh esoy cicipin dulu!
teh esoy : *cicipin, mukanya jadi aneh* tuh kan rasa stroberi..
gw : boong! kok itu mukanya jadi aneh gitu hayoo ?
teh esoy : udah ayoo tar tumpah *nyodorin sendok ke mulut* langsung telen aja bismillah.
gw : *ragu-ragu minum aer terus telen* waa!!! pait!!!
teh esoy : udah jangan di muntahin.

p a s r a h .

udah ah.. pala gue pusing lagi nih, pegel ngetik --"

oia tar dulu, menjelaskan apa maksut judul blog gue ini "I am is I am. You can't be me, I can't be you"
itu adalah profile information gue yang baru, jangan di copas yah *pede*
dan satu lagi, sekarang gue memperbolehkan orang yang gak punya blog ikutan coment di blog gue dengan ID anonymous itu..
jadi kalo coment pake anonymous please kasih nama yah , jadi gue tau itu siapa . ok?
tengkyu!! :*

byebyebyebye~

^_^//