hoi hoi, :D
udah lama ya gue ga nulis blog? hahaha... *baru kemaren juga*
kenapa? gue rada males aja isi blog. padahal pas pertama gue bikin blog, tiap hari gue isi. hehe.
dan gue bingung mau ngisi apaan . *yeh!*
yaa paling gue baru pulang skul ..
haha, siapa juga yang mau tau ? ga ada kok yang butuh jadwal gue, emangnya gue artes apa? wkwkwk dodol...
yah, kalo katanya kak fera mah, emang ada ya yang mau baca blog gw ? maksud gw, gw kan bukan bang Raditya Dhika yang blognya ditunggu-tunggu orang satu indonesia.
emang ada yang baca blog gue ? hahaha..
gak ada juga yang menarik yang bisa gue ceritain *yah kasian*
my life is totally damn ORDINARY !
melek pagi, skul, pulang, tidur, makan, ol, nonton tipi, ol, tidur lagi dan seterusnya. sabtu minggu juga ga jauh beda, cuma jadi bangun siang dan ga skul aja *lol*
hmmm apa dong? maunya gue cerita apa?
ya gue lagi ga mood buat bikin2 puisi atau yang lain2 kaya biasanya. please, jangan nyuruh gue mikir lah... lagi ga mood *helah*
btw, THANK'S GOD ITS FRIDAY! yeaah, bye bye my prison! bye bye my sweet pain ;P
libuuur euy!
besok ada The Master Junior loh!
Guys, MJ ARIF send to 6288 ya!
ooh ya? kenal arif ga? Yeeh ... kapan2 aja ya gue ceritain. Actually, lagi males ngetik ! hahahaha
Telling You Latta ! :D
Thursday, November 19, 2009
Wednesday, November 18, 2009
Your Angel...

I was sent from heaven
For a reason
I am the angel of darkness
I am the angel of sadness
I am the angel of hope in vain
I am the angel of your worst nightmare
Fear me is your normal feeling
I am here for a reason
Fear me,
Because I am the angel who was sent to make you afraid
From this dark cold world
From this hard pain
From all your dreams
Until you did not dare to dream
Until you join me in coldest hell
Until you adore pain like me
I am the angel of sadness
I'll take you there,
Until you believe me
Until you don't want to dream again
I am your sadness angel ....
*B*
Saturday, October 31, 2009
You're...
You're my lullaby...
You're my song in the dark...
You're my silent in the crowd...
You're my tears in the smiles...
You're my dreams in my real...
You're my faith in my disappointed...
You're my cold in the sunny day...
You're my air in my breathless...
You're my devil in my angel...
You're my sky in the earth...
You're my magic in the purple...
You're my miracle behind the thruth...
You're my hope in my lonely...
You're the beat in my heart...
You're my spooky afternoon...
You're my sweet nightmare...
You're my lovely torture...
You're my nice sacrifice...
You're my bright in the dark...
You're my honest behind my lie...
cause,
You're My Everything...
ditulis kemarin malam...
entah mengapa aku ingin sekali mengucapkan kata-kata itu.
bukan, bukan untuk seorang pria..
yang ini untuk seseorang, sahabatku.. :)
You're my song in the dark...
You're my silent in the crowd...
You're my tears in the smiles...
You're my dreams in my real...
You're my faith in my disappointed...
You're my cold in the sunny day...
You're my air in my breathless...
You're my devil in my angel...
You're my sky in the earth...
You're my magic in the purple...
You're my miracle behind the thruth...
You're my hope in my lonely...
You're the beat in my heart...
You're my spooky afternoon...
You're my sweet nightmare...
You're my lovely torture...
You're my nice sacrifice...
You're my bright in the dark...
You're my honest behind my lie...
cause,
You're My Everything...
ditulis kemarin malam...
entah mengapa aku ingin sekali mengucapkan kata-kata itu.
bukan, bukan untuk seorang pria..
yang ini untuk seseorang, sahabatku.. :)
Thursday, October 29, 2009
To : Daeva, My Bestie...
ini pertama kalinya aku mendapat kepercayaan dari seseorang.
akhirnya, aku tau apa yang selama ini terjadi.
akhirnya aku tau apa yang jawaban dari pertanyaan 'kenapa?' untukmu.
Daeva, kenapa baru sekarang?
harusnya kau jujur padaku. bukannya aku mau mencampuri urusanmu.
tapi, aku yang paling merasa kehilanganmu.
kamu pasti mengerti.
terimakasih telah mempercayaiku sebagai satu-satunya orang yang tau, diantara kami, alasan itu.
tapi kenapa aku? si anak baru ini?
bilang padaku,
kau tidak benar-benar berpikir bahwa yang di butuhkan hanya pergi begitu saja kan? kamu salah, bahkan sampai kemarinpun aku masih mencoba menghubungimu.
Kamu tidak adil!
kamu dapat bebas membaca blog ku ini, sementara kau menutup segala informasi yang memberitahuku akan keadaanmu.
aku yang pertama membuatmu menangis?
aku tidak menyangka, entah itu suatu kehormatan atau hal yang harus kumintai maaf.
maaf Daeva, aku hanya menceritakan betapa lemahnya aku, yang disini. kehilangamu.
kau salah. aku tidak membencimu. tidak pernah sama sekali. kamu gagal.
dengar, mungkin aku bukanlah orang yang mengerti tentang ilmu biologi manusia dan sejenisnya. yang aku tau hanyalah,
berusahalah, demi aku... lawan semua itu.
demi kamu...
aku benar-benar tidak menyangka kamu serius, kamu mau tau rahasia kecilku?
aku masih berharap, sampai detik ini, kalau semua ini hanyalah untuk mengerjai seseorang lagi.. sedikit harapan kecilku kalau kamu hanya bercanda, dan sedetik kemudian aku sadar.. kita tidak sedang bersandiwara.
sebenarnya, aku baru mau cerita padamu..
aku tidak kuat lagi, aku benci mereka! mereka hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan keluarga kita! kalau km sering membaca blogku kamu pasti mengerti apa yang kurasakan.. aku harus bagaimana?
untukmu, aku mau manjaga mereka.. tapi mereka tak perduli dengan apa yang kulakukan..
aku tidak pernah melakukan apa-apa untukmu,
kalau ini permintaanmu..
aku akan melakukannya, tapi apa kamu yakin kesan itu yang kamu mau untuk mereka kenang?
aku akan melakukannya : simpanlah rahasia ini. hanya kamu, dan aku yang tau..
dan sekali lagi, terimakasih telah mempercayaiku..
namun, aku tidak berjanji untuk satu hal..
biarkanlah aku bersedih, mungkin aku akan jadi Daeva yang kedua..
tapi untukmu, tidak sekarang, tidak besok, tidak lusa, tidak sekarang.
aku mau berkonsen padamu dulu..
jangan suruh aku berjanji untuk tidak bersedih, tidak menagis, karena sudah ku langgar dari kemarin petang saat aku membaca kepercayaanmu...
apapun,aku akan berjanji padamu, asal jangan soal bersedih yang ini.
entahlah, aku hanya...
menemukan bahwa ternyata memeluk kekecewaan itu indah, mencumbu sakit itu menyenangkan.. hanya... aku sudah terlanjur, 'hampir' seperti dirimu..
janjiku akan ku tepati, tapi kau harus berjanji padaku.
kau akan pulih lagi..
kau akan membaca ini.
atau setidaknya kamu harus memberiku kabar lagi.
aku berdoa dalam tidurku. aku mau kamu kembali, aku belum siap..
aku belum siap kehilanganmu. aku mau kamu ada..
aku juga sayang kamu, selamanya..
cepatlah pulih, Daeva... :')
akhirnya, aku tau apa yang selama ini terjadi.
akhirnya aku tau apa yang jawaban dari pertanyaan 'kenapa?' untukmu.
Daeva, kenapa baru sekarang?
harusnya kau jujur padaku. bukannya aku mau mencampuri urusanmu.
tapi, aku yang paling merasa kehilanganmu.
kamu pasti mengerti.
terimakasih telah mempercayaiku sebagai satu-satunya orang yang tau, diantara kami, alasan itu.
tapi kenapa aku? si anak baru ini?
bilang padaku,
kau tidak benar-benar berpikir bahwa yang di butuhkan hanya pergi begitu saja kan? kamu salah, bahkan sampai kemarinpun aku masih mencoba menghubungimu.
Kamu tidak adil!
kamu dapat bebas membaca blog ku ini, sementara kau menutup segala informasi yang memberitahuku akan keadaanmu.
aku yang pertama membuatmu menangis?
aku tidak menyangka, entah itu suatu kehormatan atau hal yang harus kumintai maaf.
maaf Daeva, aku hanya menceritakan betapa lemahnya aku, yang disini. kehilangamu.
kau salah. aku tidak membencimu. tidak pernah sama sekali. kamu gagal.
dengar, mungkin aku bukanlah orang yang mengerti tentang ilmu biologi manusia dan sejenisnya. yang aku tau hanyalah,
berusahalah, demi aku... lawan semua itu.
demi kamu...
aku benar-benar tidak menyangka kamu serius, kamu mau tau rahasia kecilku?
aku masih berharap, sampai detik ini, kalau semua ini hanyalah untuk mengerjai seseorang lagi.. sedikit harapan kecilku kalau kamu hanya bercanda, dan sedetik kemudian aku sadar.. kita tidak sedang bersandiwara.
sebenarnya, aku baru mau cerita padamu..
aku tidak kuat lagi, aku benci mereka! mereka hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan keluarga kita! kalau km sering membaca blogku kamu pasti mengerti apa yang kurasakan.. aku harus bagaimana?
untukmu, aku mau manjaga mereka.. tapi mereka tak perduli dengan apa yang kulakukan..
aku tidak pernah melakukan apa-apa untukmu,
kalau ini permintaanmu..
aku akan melakukannya, tapi apa kamu yakin kesan itu yang kamu mau untuk mereka kenang?
aku akan melakukannya : simpanlah rahasia ini. hanya kamu, dan aku yang tau..
dan sekali lagi, terimakasih telah mempercayaiku..
namun, aku tidak berjanji untuk satu hal..
biarkanlah aku bersedih, mungkin aku akan jadi Daeva yang kedua..
tapi untukmu, tidak sekarang, tidak besok, tidak lusa, tidak sekarang.
aku mau berkonsen padamu dulu..
jangan suruh aku berjanji untuk tidak bersedih, tidak menagis, karena sudah ku langgar dari kemarin petang saat aku membaca kepercayaanmu...
apapun,aku akan berjanji padamu, asal jangan soal bersedih yang ini.
entahlah, aku hanya...
menemukan bahwa ternyata memeluk kekecewaan itu indah, mencumbu sakit itu menyenangkan.. hanya... aku sudah terlanjur, 'hampir' seperti dirimu..
janjiku akan ku tepati, tapi kau harus berjanji padaku.
kau akan pulih lagi..
kau akan membaca ini.
atau setidaknya kamu harus memberiku kabar lagi.
aku berdoa dalam tidurku. aku mau kamu kembali, aku belum siap..
aku belum siap kehilanganmu. aku mau kamu ada..
aku juga sayang kamu, selamanya..
cepatlah pulih, Daeva... :')
Wednesday, October 21, 2009
Flashback
Males banget gw, bangun tidur gw langsung inget 'mereka' itu..
Hopeless deh gw...
Tau ga? 2 hari yang lalu gw bilang 'aku paling kecewa kalo kita suka maen hakim sendiri!'
Hey, gw ga lagi bercanda!
Gw emang kecewa..
Gimana nggak? Ada yang sms gw tiba2..
'ni berlian y? admin jss famz?' gw iyain meskipun gw ga yakin.
Blablabla. Dia nanya2 gitu deh..
Pas lagi buka FB, tiba2 gw pengen banget liat grupnya yang sms gw itu.. Dan.. JDEEEERR !!
Gw liat wall yang dari acc jss famz ada disitu. Tulisannya..
'yah ini mah ikutin jss famz..' blabla gw males ingetnya.
Gimana gw ga kecewa ?!
1. 'dia' yang sebenernya udah gw tau siapa, dengan gak bertanggung jawabnya pake hak dia di jss famz buat marah2 di grup laen! Harusnya, kalo dia marah, kalo dia pemberani, PAKE ACC SENDIRI !
2. Ikutin apa ?! 'dia' bilang.. Tentang topik disc.board.. WHAT THE HELL... Topik yang mana? Perasaan mereka ga ada yang make topik kita! Cuma 1 yang seharian bareng itu aja.. Dan yang itu juga, just for ur info miss, Mereka bikin duluan daripada kita !! Dan topik yang itu juga aku tau yang bikin.. Dan bahkan kamu ga mau isi, tapi ko kamu berani berpendapat sendiri ?? Saranku, coba deh kamu bikin topik yang original sendiri, baru boleh komplain..
Tiba2, gw flashback lagi..
Whattha.. Ga cukup sama temen2 gw di dunia nyata? Yg di dunia maya juga begini ?
HAHAHAHA. Tragis.
Dan tiba2 lagi, gw denger lagunya Kerispatih yang Demi Cinta.
Know what ?? Lagu itu buat semua temen2 gw. Terutama 'mereka'
dengan sedikit perubahan dari gw:
Maaf, ku telah menyakitimu
Ku telah kecewakanmu
Bahkan, ku sia-siakan hidupku
Dan ku bawa kau sperti diriku..
Walau hati ini trus menangis
Menahan kesakitan ini.
Kan ku trima semua demi kita...
Akhirnyaa juga harus ku relakan..
Kehilangan sobat sejatiku.
Segalanya tlah ku berikan
Juga semua kekuranganku..
Jika, memang ini yang terbaik
Untuk diriku, dan kalian..
Kan ku trima semua demi... Kita...
Jujur, aku tak kuasa.
Saat terakhirku jumpa denganmu..
Namun, yang pasti terjadi
Kita mungkin tak bersama lagi..
Bila, nanti esok hari..
Ku temukan dirimu bahagia
Izinkan aku titipkan
Kisah hidup kita.. Selamanya...
Tepat banget kaya lagu ini, itu yang mau aku sampein ke kalian...
Hopeless deh gw...
Tau ga? 2 hari yang lalu gw bilang 'aku paling kecewa kalo kita suka maen hakim sendiri!'
Hey, gw ga lagi bercanda!
Gw emang kecewa..
Gimana nggak? Ada yang sms gw tiba2..
'ni berlian y? admin jss famz?' gw iyain meskipun gw ga yakin.
Blablabla. Dia nanya2 gitu deh..
Pas lagi buka FB, tiba2 gw pengen banget liat grupnya yang sms gw itu.. Dan.. JDEEEERR !!
Gw liat wall yang dari acc jss famz ada disitu. Tulisannya..
'yah ini mah ikutin jss famz..' blabla gw males ingetnya.
Gimana gw ga kecewa ?!
1. 'dia' yang sebenernya udah gw tau siapa, dengan gak bertanggung jawabnya pake hak dia di jss famz buat marah2 di grup laen! Harusnya, kalo dia marah, kalo dia pemberani, PAKE ACC SENDIRI !
2. Ikutin apa ?! 'dia' bilang.. Tentang topik disc.board.. WHAT THE HELL... Topik yang mana? Perasaan mereka ga ada yang make topik kita! Cuma 1 yang seharian bareng itu aja.. Dan yang itu juga, just for ur info miss, Mereka bikin duluan daripada kita !! Dan topik yang itu juga aku tau yang bikin.. Dan bahkan kamu ga mau isi, tapi ko kamu berani berpendapat sendiri ?? Saranku, coba deh kamu bikin topik yang original sendiri, baru boleh komplain..
Tiba2, gw flashback lagi..
Whattha.. Ga cukup sama temen2 gw di dunia nyata? Yg di dunia maya juga begini ?
HAHAHAHA. Tragis.
Dan tiba2 lagi, gw denger lagunya Kerispatih yang Demi Cinta.
Know what ?? Lagu itu buat semua temen2 gw. Terutama 'mereka'
dengan sedikit perubahan dari gw:
Maaf, ku telah menyakitimu
Ku telah kecewakanmu
Bahkan, ku sia-siakan hidupku
Dan ku bawa kau sperti diriku..
Walau hati ini trus menangis
Menahan kesakitan ini.
Kan ku trima semua demi kita...
Akhirnyaa juga harus ku relakan..
Kehilangan sobat sejatiku.
Segalanya tlah ku berikan
Juga semua kekuranganku..
Jika, memang ini yang terbaik
Untuk diriku, dan kalian..
Kan ku trima semua demi... Kita...
Jujur, aku tak kuasa.
Saat terakhirku jumpa denganmu..
Namun, yang pasti terjadi
Kita mungkin tak bersama lagi..
Bila, nanti esok hari..
Ku temukan dirimu bahagia
Izinkan aku titipkan
Kisah hidup kita.. Selamanya...
Tepat banget kaya lagu ini, itu yang mau aku sampein ke kalian...
Tuesday, October 20, 2009
Beautiful Disappointed
Guess what guys ? Yap! I'm disappointed again. For a thousand times. HAHAHAHA, so sweet :') Bukan. Bukan karna JSS FAMZ lagi, yaa sebenernya gw juga sedikit kecewa sama mereka. Tapi gw lagi ga mau bahas ini :l Yang ini soal sahabat-sahabat gw. Tau ga? Gw itu udah seneng banget kita mau nonton di Detos hari sabtu (seharusnya). Ga akan bisa kalian bayangin gimana senengnya gw dapet cheer up lagi dalam keadaan down gw begini. Haha, tapi, sekali lagi, seperti yang gw bilang, dan sekarang gw bener-bener yakin.. Kalo Takdir Itu Benci Gw! Gara-gara ada isu gempa hari sabtu itu RENCANA MENYENANGKAN BUAT GW GAGAL! . Shit! Bapet! Kenapa musti pas hari itu ?? Ga bisa besoknya apa ?!! Gila, parah banget! IYA. Gw tau kok! Gw udah menderita sekarang dan Takdir masih mau nyiksa gw lagi ?? Sampai kapan ?? Susah banget buat gw! Ah, semuanya... GW GAK TAU DEH! Sekarang gw udah sebodo ama hidup gw yang kaya sampah ini! Setan aja buat semua orang! Termasuk elo takdir! Gw bakal ngalahin elo!! Takdir, adalah musuh besar gw sekarang! Takdir, pegang janji gw. Gw-akan-kalahin-elo-!. Lo boleh ambil sahabat-sahabat gw! Lo boleh ambil JSS FAMZ dari gw! Lo boleh ambil idola-idola gw! Lo boleh ancurin keluarga gw! Lo boleh ambil semua orang yang gw sayang! But remember, someday, gw yang akan bikin elo bertekuk lutut sama gw! Take my promise!
Monday, October 19, 2009
Hanya Dia dan Dewanya.
Tuan, aku tidak pernah sekalipun mengadu padamu. Ya kan?
Karena, aku tidak mau membebanimu dengan masalahku.
Tapi sekarang, entah mengapa yang ku inginkan adalah kamu tersenyum untukku saat ini.
Ternyata aku salah!
Aku tidak sekuat itu, Tuan.
Aku membutuhkan anda juga.
Aku ingin, seperti yang lainnya.
Bercerita pada anda tentang masalah pribadi, tanpa memikirkan masalah anda.
Tapi aku memikirkan masalah anda.
Aku berjanji untuk yang pertama dan terakhir.
Aku mau anda mendengarkan saya.
Aku janji, yang terakhir!
Tak akan ku ingkari.
Anda yang membuat saya kesini.
Karena anda, saya menyayangi anda.
Dan anda membuat saya mengenal orang-orang ini.
Mereka, Tuan.
Saya pernah berjanji pada diri sendiri.
Saya akan memegang kepercayaan anda.
Untuk selamanya bersama orang-orang yang juga anda percayakan untuk saya.
Saya sangat menghargai kebaikan anda.
Karena, secara kebetulan, disengaja, anda memberikan pengganti untuk kedukaan lampau saya.
Setidaknya berhasil membuat saya sedikit dapat tersenyum.
Awalnya semua baik, Tuan.
Saya, mereka, mencintai anda, memuja anda.
Saya senang melakukannya.
Saya mencintai anda.
Saya mencintai mereka.
Saya mencintai keluarga yang sudah kami buat bersama-sama, untuk tempat bernaung kami, mengobati rasa rindu kami yang teramat sangat pada sosok anda.
Saya menyukai saat pertama saya di sini.
Dimana saya hanya tinggal menuruti.
Dimana kami masih memeluk erat.
Dimana kami masih bernyanyi bersama.
Tapi sekarang?
Kami merenggangkan pertahanan.
Kami melepaskan tangan.
Kami membiarkan orang lain berkata jelek tentang kami.
Kami membiarkan orang lain mengambil alih kendali kami.
Tak ada perlawanan dari kami.
Hanya sedikit perlawanan dari saya.
Si anak baru ini, yang terlanjur mencintai kakak-kakak dalam rumahnya.
Si bungsu ini yang melawan.
Maaf, saya tidak gila hormat.
Sumpah saya demi gunung Sinai, saya tidak minta sedikitpun disegani.
Tidak!
Tapi memang beginilah kenyataannya.
Entah, apa saya yang terlalu bodoh?
Atau saya yang merasa mampu melawan?
Saya mengukuhkan kepercayaan diri saya untuk maju mempertahankan rumah kita.
Saya pikir saya bisa.
Saya pikir ini mudah.
Saya pikir saya tak butuh kakak-kakak saya.
Saya tak butuh Dewa saya.
Saya bisa bertahan sendiri.
Tapi akhirnya saya harus menerima kenyataan pahit yang harus saya angguki.
Saya kalah.
Saya gagal.
Saya lemah.
Saya lemah, persenjataan saya tak didukung oleh kakak-kakak saya.
Sekali lagi.
Apakah saya yang terlalu bodoh?
Tetap bertahan meskipun lambat laun kakak-kakak saya lari dengan membawa nama aktifitas mereka.
Yang menyakitkan, saya pernah mendapati mereka bebas.
Tapi mereka masih tidak sudi membantu menjaga rumah kita.
Ironis ya, Tuan ?
Saya sakit.
Saya kecewa.
Saya lelah.
Saya depresi.
Dan saya berpikir...
Saya yang akan mengundurkan diri.
Sekarang, tidak main-main.
Saya tertekan.
Setengah jalan saya sudah tertempuh sekarang.
Dan anda tau?
Ya, mereka menahan saya.
Entah karena mereka benar-benar menyayangi saya, adik bungsu mereka.
Atau karena mereka tidak mau kehilangan 'si-penjaga-rumah-yang-bodoh' seperti saya ?
Mereka mencaci saya.
Mereka bilang saya jahat.
Saya tega.
Saya kejam.
Saya hina.
Saya tidak sayang.
Saya tidak punya perasaan.
Dan sederetan pikiran-pikiran mereka akan sosok saya sebagai Si Hina.
Lucu, bukan?
Baiklah. Mereka yang memutar balikan fakta seakan saya lah yang membunuh perasaan mereka.
Saya tak perlu membalasnya, hanya saya dan hati saya yg tau apa yang sebenarnya terjadi.
Mereka mungkin tidak menyadari, merekalah yang membunuh nadi saya.
Mereka membunuh kepercayaan diri saya.
Mereka meremas sadis kepedihan hati saya.
Tak berperasaan.
Menurut anda siapa yang salah dalam hal ini, Tuan?
Saya lagi, ya ?
Saya pikir kepergian saya dapat membuat mereka bangkit.
Saya pikir mereka akan bahagia.
Saya pikir mudah saja.
Perlu diingat!
Dalam hal ini, saya juga bukan pihak yang diuntungkan.
Dan akhirnya, saya pergi dari mereka.
Meninggalkan saudara-saudara saya.
Sedikit luka tergores lagi saat saya menoleh ke belakang.
Rumah yang kumuh.
Tanah yang gersang.
Apakah saya akan mengikuti jejak saudara sulung saya terdahulu?
Berada di posisi yang rumit. Hingga akhirnya gugur...
Saya mengingkari janji saya pada diri sendiri.
Biarkan berjalan sebagai mana semestinya.
Kita kan baik-baik saja.
Tanpa saya, tak ada tangis lagi.
Lega bukan? Si pembuat masalah kini menyadari posisi dia yang sebenarnya.
Untuk anda dengar, Tuan.
Yang pertama dan terakhir dari saya.
Karena, aku tidak mau membebanimu dengan masalahku.
Tapi sekarang, entah mengapa yang ku inginkan adalah kamu tersenyum untukku saat ini.
Ternyata aku salah!
Aku tidak sekuat itu, Tuan.
Aku membutuhkan anda juga.
Aku ingin, seperti yang lainnya.
Bercerita pada anda tentang masalah pribadi, tanpa memikirkan masalah anda.
Tapi aku memikirkan masalah anda.
Aku berjanji untuk yang pertama dan terakhir.
Aku mau anda mendengarkan saya.
Aku janji, yang terakhir!
Tak akan ku ingkari.
Anda yang membuat saya kesini.
Karena anda, saya menyayangi anda.
Dan anda membuat saya mengenal orang-orang ini.
Mereka, Tuan.
Saya pernah berjanji pada diri sendiri.
Saya akan memegang kepercayaan anda.
Untuk selamanya bersama orang-orang yang juga anda percayakan untuk saya.
Saya sangat menghargai kebaikan anda.
Karena, secara kebetulan, disengaja, anda memberikan pengganti untuk kedukaan lampau saya.
Setidaknya berhasil membuat saya sedikit dapat tersenyum.
Awalnya semua baik, Tuan.
Saya, mereka, mencintai anda, memuja anda.
Saya senang melakukannya.
Saya mencintai anda.
Saya mencintai mereka.
Saya mencintai keluarga yang sudah kami buat bersama-sama, untuk tempat bernaung kami, mengobati rasa rindu kami yang teramat sangat pada sosok anda.
Saya menyukai saat pertama saya di sini.
Dimana saya hanya tinggal menuruti.
Dimana kami masih memeluk erat.
Dimana kami masih bernyanyi bersama.
Tapi sekarang?
Kami merenggangkan pertahanan.
Kami melepaskan tangan.
Kami membiarkan orang lain berkata jelek tentang kami.
Kami membiarkan orang lain mengambil alih kendali kami.
Tak ada perlawanan dari kami.
Hanya sedikit perlawanan dari saya.
Si anak baru ini, yang terlanjur mencintai kakak-kakak dalam rumahnya.
Si bungsu ini yang melawan.
Maaf, saya tidak gila hormat.
Sumpah saya demi gunung Sinai, saya tidak minta sedikitpun disegani.
Tidak!
Tapi memang beginilah kenyataannya.
Entah, apa saya yang terlalu bodoh?
Atau saya yang merasa mampu melawan?
Saya mengukuhkan kepercayaan diri saya untuk maju mempertahankan rumah kita.
Saya pikir saya bisa.
Saya pikir ini mudah.
Saya pikir saya tak butuh kakak-kakak saya.
Saya tak butuh Dewa saya.
Saya bisa bertahan sendiri.
Tapi akhirnya saya harus menerima kenyataan pahit yang harus saya angguki.
Saya kalah.
Saya gagal.
Saya lemah.
Saya lemah, persenjataan saya tak didukung oleh kakak-kakak saya.
Sekali lagi.
Apakah saya yang terlalu bodoh?
Tetap bertahan meskipun lambat laun kakak-kakak saya lari dengan membawa nama aktifitas mereka.
Yang menyakitkan, saya pernah mendapati mereka bebas.
Tapi mereka masih tidak sudi membantu menjaga rumah kita.
Ironis ya, Tuan ?
Saya sakit.
Saya kecewa.
Saya lelah.
Saya depresi.
Dan saya berpikir...
Saya yang akan mengundurkan diri.
Sekarang, tidak main-main.
Saya tertekan.
Setengah jalan saya sudah tertempuh sekarang.
Dan anda tau?
Ya, mereka menahan saya.
Entah karena mereka benar-benar menyayangi saya, adik bungsu mereka.
Atau karena mereka tidak mau kehilangan 'si-penjaga-rumah-yang-bodoh' seperti saya ?
Mereka mencaci saya.
Mereka bilang saya jahat.
Saya tega.
Saya kejam.
Saya hina.
Saya tidak sayang.
Saya tidak punya perasaan.
Dan sederetan pikiran-pikiran mereka akan sosok saya sebagai Si Hina.
Lucu, bukan?
Baiklah. Mereka yang memutar balikan fakta seakan saya lah yang membunuh perasaan mereka.
Saya tak perlu membalasnya, hanya saya dan hati saya yg tau apa yang sebenarnya terjadi.
Mereka mungkin tidak menyadari, merekalah yang membunuh nadi saya.
Mereka membunuh kepercayaan diri saya.
Mereka meremas sadis kepedihan hati saya.
Tak berperasaan.
Menurut anda siapa yang salah dalam hal ini, Tuan?
Saya lagi, ya ?
Saya pikir kepergian saya dapat membuat mereka bangkit.
Saya pikir mereka akan bahagia.
Saya pikir mudah saja.
Perlu diingat!
Dalam hal ini, saya juga bukan pihak yang diuntungkan.
Dan akhirnya, saya pergi dari mereka.
Meninggalkan saudara-saudara saya.
Sedikit luka tergores lagi saat saya menoleh ke belakang.
Rumah yang kumuh.
Tanah yang gersang.
Apakah saya akan mengikuti jejak saudara sulung saya terdahulu?
Berada di posisi yang rumit. Hingga akhirnya gugur...
Saya mengingkari janji saya pada diri sendiri.
Biarkan berjalan sebagai mana semestinya.
Kita kan baik-baik saja.
Tanpa saya, tak ada tangis lagi.
Lega bukan? Si pembuat masalah kini menyadari posisi dia yang sebenarnya.
Untuk anda dengar, Tuan.
Yang pertama dan terakhir dari saya.
Thursday, October 15, 2009
'Sweet' Sacrifice!
Tak kunjung usai.
Pengorbanan yang berusaha ku jadikan manis memang tak ada arti.
Sudah muak dengan semua yang sama, yang selalu begini.
Tak ada gunanya lagi, tetap bagimu aku lah yang pantas di persalahkan!
Cobalah kau pikir dari sisi aku, dari sudut pandangku, sudut pandang sebagai si jahat itu.
Bilang, katakan aku jahat.
Maki aku jika itu membuatmu memaafkanku.
Siksa aku jika itu dapat membuat bahagiamu.
Tak apa bagiku. Asalkan kamu.. Asalkan kamu..
Sekarang aku yang disini.
Di posisi yang tak pernah ku inginkan, tapi harus aku jalankan.
Coba pikir dari sisi aku!
Berjuta kali ku bilang 'aku-sayang-kalian-dan-mungkin-lebih-dari-semua-rasa-sayang-yang-pernah-dimiliki'
Tak percaya ? Kau HARUS percaya padaku.
Jika aku bohong, pasti aku tak akan menangis.
Pastilah mudah untukku, tidak sulit.
Alasan? Kau butuh alasan?
Baik. Aku kecewa pada kamu, kalian!
Cukup?
Tidak?
Baiklah..
Aku kecewa pada kalian karena aku tak merasa segala pengorbananku tidak kalian hargai. Semua!
Kalian membiarkanku berjalan sendiri. Tapi kenapa saat aku sendiri yang memutuskan untuk pergi kalian baru menahan langkahku? Kemarin kalian dimana? Saat aku yang menahan kalian jangan pergi. Aku sendiri. Tapi gagal! Kalian tetap pergi, kan?
Kenapa hanya aku yang tidak boleh begini ?
Tidak adil!
Coba lihat dari sudut pandangku.
Lihat, dan pelajari.
Pelajari setiap inci hatiku.
Pelajari seluk beluk nadiku.
Kalian pasti mengerti, bahwa aku tak akan kembali sebelum kalian bersama.
Kalian-pasti-mengerti.
16 Oktober 2009.
12 . 21 WIB.
Pengorbanan yang berusaha ku jadikan manis memang tak ada arti.
Sudah muak dengan semua yang sama, yang selalu begini.
Tak ada gunanya lagi, tetap bagimu aku lah yang pantas di persalahkan!
Cobalah kau pikir dari sisi aku, dari sudut pandangku, sudut pandang sebagai si jahat itu.
Bilang, katakan aku jahat.
Maki aku jika itu membuatmu memaafkanku.
Siksa aku jika itu dapat membuat bahagiamu.
Tak apa bagiku. Asalkan kamu.. Asalkan kamu..
Sekarang aku yang disini.
Di posisi yang tak pernah ku inginkan, tapi harus aku jalankan.
Coba pikir dari sisi aku!
Berjuta kali ku bilang 'aku-sayang-kalian-dan-mungkin-lebih-dari-semua-rasa-sayang-yang-pernah-dimiliki'
Tak percaya ? Kau HARUS percaya padaku.
Jika aku bohong, pasti aku tak akan menangis.
Pastilah mudah untukku, tidak sulit.
Alasan? Kau butuh alasan?
Baik. Aku kecewa pada kamu, kalian!
Cukup?
Tidak?
Baiklah..
Aku kecewa pada kalian karena aku tak merasa segala pengorbananku tidak kalian hargai. Semua!
Kalian membiarkanku berjalan sendiri. Tapi kenapa saat aku sendiri yang memutuskan untuk pergi kalian baru menahan langkahku? Kemarin kalian dimana? Saat aku yang menahan kalian jangan pergi. Aku sendiri. Tapi gagal! Kalian tetap pergi, kan?
Kenapa hanya aku yang tidak boleh begini ?
Tidak adil!
Coba lihat dari sudut pandangku.
Lihat, dan pelajari.
Pelajari setiap inci hatiku.
Pelajari seluk beluk nadiku.
Kalian pasti mengerti, bahwa aku tak akan kembali sebelum kalian bersama.
Kalian-pasti-mengerti.
16 Oktober 2009.
12 . 21 WIB.
Hanya yang kamu tidak tau saja.
Hanya yang kamu tidak tau.
Kapan saatnya aku menangis.
Tak sebaik kelihatannya, tidak baik2 saja.
Aku sayang kalian, hanya saja aku sudah terlalu jahat diracuni oleh emosiku.
Tak ada lagi omong kosong.
Sekarang aku serius.
Leave, forever.
Cari suasana baru karna terlalu kecewa dengan sekarang.
Lagi pula, nobody's want me, huh ? So... Then...
Aku mencari kebahagiaanku sendiri.
Tepat!
Aku mencoba membuat kalian membenciku!
Aku bilang akan pergi dengan senyum dan berlari jauh. Agar kalian tidak mendengar tangisku di tengah perjalanan.
Aku sudah, kelelahan, mungkin?
Tak perlu ada alasan.
Karna aku mencoba membuat kalian benci aku.
Aku yang sekarang ini.
Aku yang depresi.
Aku yang kelewat bersedih.
Aku yang kehilangan sahabat.
Aku yang terbiasa kecewa.
Aku yang terbiasa kalah.
Aku dan hening tangisku.
Aku mencoba pergi, meski di tengah jalan nanti aku akan tersesat lagi.
Aku pergi, meski hanya tangis ku yang menemani.
Aku pergi, dengan kebencian kalian.
Aku sayang kalian. Bahkan mungkin, lebih dari semua rasa sayang yang kalian pernah miliki.
Pengorbanan manisku semoga dapat berguna, meski dengan ketidaktauan kalian seberapa berat aku melakukannya.
Kapan saatnya aku menangis.
Tak sebaik kelihatannya, tidak baik2 saja.
Aku sayang kalian, hanya saja aku sudah terlalu jahat diracuni oleh emosiku.
Tak ada lagi omong kosong.
Sekarang aku serius.
Leave, forever.
Cari suasana baru karna terlalu kecewa dengan sekarang.
Lagi pula, nobody's want me, huh ? So... Then...
Aku mencari kebahagiaanku sendiri.
Tepat!
Aku mencoba membuat kalian membenciku!
Aku bilang akan pergi dengan senyum dan berlari jauh. Agar kalian tidak mendengar tangisku di tengah perjalanan.
Aku sudah, kelelahan, mungkin?
Tak perlu ada alasan.
Karna aku mencoba membuat kalian benci aku.
Aku yang sekarang ini.
Aku yang depresi.
Aku yang kelewat bersedih.
Aku yang kehilangan sahabat.
Aku yang terbiasa kecewa.
Aku yang terbiasa kalah.
Aku dan hening tangisku.
Aku mencoba pergi, meski di tengah jalan nanti aku akan tersesat lagi.
Aku pergi, meski hanya tangis ku yang menemani.
Aku pergi, dengan kebencian kalian.
Aku sayang kalian. Bahkan mungkin, lebih dari semua rasa sayang yang kalian pernah miliki.
Pengorbanan manisku semoga dapat berguna, meski dengan ketidaktauan kalian seberapa berat aku melakukannya.
Wednesday, October 14, 2009
Nyontek Story (jangan ditiru)
Pasukan nyontek gw adalah : Tofan , Nadiskha , Dean , Dan Ganung.
1. Tofan.
Pura2 minjem tipe x ke gue gitcyu deeh. Hahaha. Pas gw ngelempar tipe x. Ketauan Pak Mada! Oh no.. Tofan langsung bilang 'heh!lempar2 aja nih!' sambil ngacungin pensil ke muka gw. Yeh, orang dia yang minta! Ga terima di tunjuk2 pake pensil, gw juga nunjuk dia pake pensil dan bilang 'Avada Kadavra!' huahahaha. Emangnya tongkat sihir?? Dodol juga ya gw? (nyadar)
2. Nadiskha.
Nyahahaha, dodol banget ini bocah. Mau nya disuruh anak kelas 8 operin kertas. Pas gurunya meleng, dia lempar kertas ke anak kelas 8 yg disamping gw, Wulan. Eh! Tapi dia gak ngeliat ada guru BP lagi ngintip di jendela belakang. Ketauan lah!! Wkwkwkwkwk, maaf anda kurang profesional, Dis:P
3. Dean.
Ih ni anak nekat beud bawa contekan pake buku. Hahahaha dodol. Hebat juga ga ketauan ckck. Tapi karna dia duduk di depan gw, dia ngeliat jawaban gw mulu! Dasar, gw aja lagi usaha tauu, bukannya bantuin. Huuu.
4. Ganung.
Nah, bocah yang paling gokil.
Dia ngasih gw kertas, dia abis nanya ama Nisa (secara plg pinter gitcyu) . Tapi gw ngakak liat kertasnya! Ehm.
"Dari : Ganung.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Apa kabar nis ? Jika anda jujur . Insyaallah surga ada pada anda.. Amin.
No . 4 essay dong ?"
WAHAHAHA! Ga pernah gw liat orang minta contekan tapi ngedoain gitu.
Terus gw liat kertas dia nanya ke Dhea.
"Ganung.
Assalamualaikum Wr. Wb.
No. 3 dong ?"
terus Dhea nulis jawabannya. Tapi dibawahnya dia tulis.
"akar pangkat 90 nya, cari sendiri. Waalaikum salam.."
Yeh, pak ustad ama bu ustad ribet dh kalo udah ngobrol. Hahaha.
Pokoknya tiap dia minta contekan pake kertas pasti nulis.
"Dari : Ganung.
Assalamualaikum Wr. Wb"
jiahahahahaha!
Besok b.inggris , nah! Ini mah kesukaan gw. Insyaallah gw ga perlu nyontek. HAHAHAHA! Amin..
1. Tofan.
Pura2 minjem tipe x ke gue gitcyu deeh. Hahaha. Pas gw ngelempar tipe x. Ketauan Pak Mada! Oh no.. Tofan langsung bilang 'heh!lempar2 aja nih!' sambil ngacungin pensil ke muka gw. Yeh, orang dia yang minta! Ga terima di tunjuk2 pake pensil, gw juga nunjuk dia pake pensil dan bilang 'Avada Kadavra!' huahahaha. Emangnya tongkat sihir?? Dodol juga ya gw? (nyadar)
2. Nadiskha.
Nyahahaha, dodol banget ini bocah. Mau nya disuruh anak kelas 8 operin kertas. Pas gurunya meleng, dia lempar kertas ke anak kelas 8 yg disamping gw, Wulan. Eh! Tapi dia gak ngeliat ada guru BP lagi ngintip di jendela belakang. Ketauan lah!! Wkwkwkwkwk, maaf anda kurang profesional, Dis:P
3. Dean.
Ih ni anak nekat beud bawa contekan pake buku. Hahahaha dodol. Hebat juga ga ketauan ckck. Tapi karna dia duduk di depan gw, dia ngeliat jawaban gw mulu! Dasar, gw aja lagi usaha tauu, bukannya bantuin. Huuu.
4. Ganung.
Nah, bocah yang paling gokil.
Dia ngasih gw kertas, dia abis nanya ama Nisa (secara plg pinter gitcyu) . Tapi gw ngakak liat kertasnya! Ehm.
"Dari : Ganung.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Apa kabar nis ? Jika anda jujur . Insyaallah surga ada pada anda.. Amin.
No . 4 essay dong ?"
WAHAHAHA! Ga pernah gw liat orang minta contekan tapi ngedoain gitu.
Terus gw liat kertas dia nanya ke Dhea.
"Ganung.
Assalamualaikum Wr. Wb.
No. 3 dong ?"
terus Dhea nulis jawabannya. Tapi dibawahnya dia tulis.
"akar pangkat 90 nya, cari sendiri. Waalaikum salam.."
Yeh, pak ustad ama bu ustad ribet dh kalo udah ngobrol. Hahaha.
Pokoknya tiap dia minta contekan pake kertas pasti nulis.
"Dari : Ganung.
Assalamualaikum Wr. Wb"
jiahahahahaha!
Besok b.inggris , nah! Ini mah kesukaan gw. Insyaallah gw ga perlu nyontek. HAHAHAHA! Amin..