Pages

Thursday, October 8, 2009

Lagu Kesakitanku, dan Memorimu, Lagi.

Maaf, kali ini bukan tentang kalian. Ini hanya tentangku, boleh kan ?

Sore ini tiba-tiba aku mendengarkan lagu kesakitanku yang dulu di radio. Aku berusaha tak memperdulikannya.
Namun aku ingin mendengarnya.

Aku mendengarnya dari tekhnologi hidupku.
Tidak. Bukan aku ingin mengenang yang telah dan sudah lama ku tinggalkan.
Aku hanya ingin memastikan saja.
Apa hatiku masih membencinya, mereka ?
Atau lebih tepat, Apa hatiku masih mencintainya ?

Aku tak pernah membenci dia ataupun pujaan hatinya.
Hanya belakangan lalu, saat aku juga tau dia membenciku.
Aku sebenarnya mencintainya.
Lebih tepatnya, aku membencinya untuk menutupi cintaku padanya.

Semakin hari aku pergi, tak pernah perasaanku berkurang.
Aku tau itu secara pasti, karena aku sampai sekarangpun aku masih menangis saat mendengar laku kesakitanku.
Saat aku menangis aku tau aku masih mencintainya.

Andai waktu bisa ku ulang..
Aku belum sempat bicara padamu. Aku belum sempat minta maaf padamu atas kesalahanku mencintaimu.
Aku munafik.
Maaf, sayang.. Aku terlalu lancang untuk mencintaimu hingga aku membuat kesalahan yang aku tahu, tak akan pernah bisa aku ganti. Aku membawa rusak bersamamu. Aku memaksamu ikut menderita sepertiku.

Aku masih mendengar lagunya saat ku tulis ini untukmu.
Biarlah, sayang.. Semua menjadi misteri bagimu dan seluruh dunia. Biarkan aku men terapi diriku sendiri dengan memaksaku mengingatmu dan segala luka untuku.

Maaf, aku telah menyeretmu ke dalam kesedihanku. Membawamu rusak bersamamu. Tapi, sekarang apa gunanya ? Aku telah benar-benar menjauh darimu kan ? :')

"... Now its time to go, curtain finally closin' . Thats the quite a show, very entertainin' . But its over now... Go on and Take A Bow..."

0 comments:

Post a Comment

what do you think?